Make your own free website on Tripod.com

Halaman ini adalah mirror artikel yang pernah ada pada situs NikeArdilla (dot)net.


Cerita di Balik Buka Puasa Bersama
09 Oktober 2006




CERITA DIBALIK ACARA BUKA PUASA BERSAMA

Dalam kesempatan buka bersama antara fans Nike Ardilla yang ke dua kali pada Ramadhan tahun ini dengan Ibunda Nike pada hari Minggu 8 October 2006 ( sebelumnya acara buka puasa diadakan tanggal 30 September di kediaman Lia Nathalia) ,saya sempat mengobrol dengan Mami Nike Ardilla tentang kesimpang siuran berita meninggalnya Nike Ardilla.Obrolan terasa sangat akrab,karena kami menggunakan bahasa sunda…..yah karena kami sama-sama orang Sunda hehehhe,tapi jangan khawatir,udah di bahasa Indonesia kan kok.

Dalam kesempatan itu,saya menanyakan tentang apakah benar kepergian Nike dirahasiakan kepada Mami. “Iya,Mamih mah baru dikasih tahu setelah 3 hari Nike meninggal.Waktu itu Mami hanya diberitahu kalau Nike lagi di rumah sakit.Tapi Mami heran,Nike nya di rumah sakit kok orang-orang pada kumpul di rumah?” tuturnya dalam bahasa sunda.
Hal ini cukup membuat heran,bukannya Mami sempat menerima telepon dari kepolisian tentang kabar Nike kecelakaan.”Iya….waktu itu Mami Cuma dikasih tau kalau Nike kecelakaan,bukan meninggal.Mami langsung pingsan….pingsan juga Mami mah gak ada yang gotong….heheheheh.” ujar Mami lagi sambil bercanda.”Nike itu meninggal di tempat,bagian belakang telinganya kena ujung pintu Genio dan dahinya robek,Mami dikasih tahu Nike meninggal sama Papih…”lanjut Mami.

Dalam kesempatan itu pula,saya sempat membuka situs kesayangan ini bersama Mami dan Fans Nike lainnya di kediaman Emma Amrin. Mami sempat melihat-lihat gallery fhoto Nike. “Duh…Mami mah pengen fhoto Nike yang buatan Dik Doank…”kata Mami.Wah…ternyata fhoto Nike yang diinginkan Mami belum ada di website ini.
“Nike mah jangkung,” ujar Mami ketika melihat fhoto Nike kecil bersama teman-teman kecilnya,”Itu di fhoto dimana yah?Mami mah nggak tau,” lanjutnya.”Tuh anak Mami mah geulis nya…,”canda Mami ketika melihat fhoto Nike yang di picturetrail.


"Nike mah jangkung," ujar Mami ketika melihat foto ini

Mami juga cukup tertarik dengan isi buku tamu,beliau pun membacanya.Duh,saya deg-degan…soalnya takut ada yang nulis aneh-aneh atau berantem yang belum sempat admin delete.Untungnya nggak ada.Mami pun menyempatkan membaca artikel. Sayang sekali,koneksi internet waktu Mami ingin membaca artikel “Orang Tua Si Neng Membantah” sangat-sangat lambat.Hingga artikelnya gak bisa terbuka. “Isinya apaan ya?” Tanya Mami…”Lupa…” Jawab saya.

Mami juga bercerita,sebelum bulan puasa ini ada 5 bis rombongan santri dari Jawa,Banjarmasin,…lupa euy darimana lagi yang katanya berziarah ke makam Nike Ardilla.Ada juga pejabat dan mantan pejabat yang turut pula mampir ke makam Nike Ardilla,seperti Bapak Wiranto dan Bapak Harmoko.
Konon anak-anak beliau sangat ngefans dengan Nike. “Ah Mami mah iya-iya aja…soalnya mami teh bingung lagi ngobrol ama siapa hehehehhe,” canda Mami…

Obrolan berakhir ketika Yessy Gashella teman almarhumah Nike datang menjemput Mami.Ya…Mami memang sudah ada janji dengan Yessy sebelumnya.Yessy mengajak Mami mampir ke rumahnya di daerah Jatiwaringin.Akhirnya saya dan fans Nike lainnya pamit.

Terima kasih buat Mami,Emma, Icha,dan Anex….juga buat rekan-rekan yang sudah meluangkan waktunya untuk berbuka dan bersilaturahmi dengan Mami.Semoga dengan kebersamaan kita yang kemarin,akan semakin menjalin dan menumbuhkan kekuatan dan kekompakan kita semua seperti harapan Mami. Mami yang kini sangat tegar,semoga panjang umur dan diberi kesehatan.Sampai ketemu lagi di lain kesempatan…salam Nikemania……..


NIKE TEWAS SETELAH REBUT PACAR ENNO SIGIT

Cucu Soeharto,Enno Sigit,pernah memergoki kekasihnya,Tommy Nasution berkencan dengan Nike Ardilla.Esoknya beredar kisah kalau Enno menodongkan pistol ke muka Nike Ardilla.Tetapi sepekan kemudian,anehnya,ketika ia diberitahu kalau Nike Ardilla ditemukan tewas kecelakaan,Enno yang kemudian bermukim di London itu menjawab pendek : “Tapi bukan aku lho,” Lalu siapa?


Pergunjingan cucu Soeharto bernama Enno Sigit terlibat dibalik kematin Nike Ardilla beredar lagi dibalik haul 5 tahun kematian pelantun Seberkas Sinar di Bandung pekan silam.
Ini karena kematian Nike pada 19 Maret 1995 hingga sekarang tergolong misterius.Inilah yang memicu kasak-kusuk.Bahwa dibalik kematian Nike Ardilla,sebenarnya tersimpan “skandal cinta segitiga” yang sungguh mengerikan antara Nike Ardilla-Enno Sigit dengan seorang perwira muda. Ditenggarai persoalan skandal inilah yang menjadi penyebab kematian Nike.Bagaimana kisah skandal itu?

Begini.Sebelum Nike Ardilla tewas,ia ternyata terlibat skandal asmara dengan pacar Enno Sigit.Namanya Tommy Nasution,perwira AU yang juga putra mantan Gubernur Sumatra Utara Khairudin Nasution. Ramon Tommy Benz sahabat dekat Enno menuturkan,jalinan asmara Enno dengan Tommy berjalan sekitar 6 tahun.Karena itu,terlalu berani sebenarnya bila Nike Ardilla merebut Tommy Nasution dari Enno. Namun,nah sial banget Nike Ardilla. “Waktu itu saya dan Enno datang dan lihat sendiri kemesraan Nike dengan Tommy,Enno memang tidak marah,tetapi dari raut mukanya jelas ia tidak suka,” kata Ramon. Maka,biarpun tak bergejolak,sebenarnya persaingan Enno dan Nike Ardilla dalam memperebutkan Tommy Nasution seperti api dalam sekam.Akhirnya kemarahan Enno semakin sulit dibendung ketika ia mendengar kalau Nike nekat memamerkan Tommy ke kalangan selebriti di Jakarta. Sebagai cucu (waktu itu) Presiden Soeharto-yang waktu itu masih sangat kuat- adalah aib kalau dipermalukan,apalagi Cuma urusan cowok.Anehnya,Nike Ardilla terkesan sengaja melecehkan Enno.Akibatnya pergunjingan cinta segitiga Enno-Nike-Tommy pun menjadi pembicaraan kalangan selebriti Jakarta.

Maka,entah benar atau tidak,segera terdengar desas-desus kalau Enno Sgit habis “mempermak” Nike Ardilla.Tepatnya terjadi di M Club Diskotek,Blok M Jakarta Selatan.Digambarkan Enno menodongkan pistol ke muka Nike Ardilla.Kontan sang artis rebah.Pingsan.
Ribut-ribut di M Club itu pun tak pelak lagi jadi pergunjingan dan perdebatan mengenai benar tidaknya.

Enno Hijrah Ke London
Boleh jadi Nike Ardilla ataupun Enno Sigit sudah melupakan pertikaian itu.Ini karena Enno harus hijrah ke London untuk belajar mode.Namun di sinilah anehnya.Saat Enno di London diberi tahu kalau Nike Ardilla diketemukan tewas menggenaskan di Bandung,serta merta Enno menjawab cukup aneh : “Tapi bukan saya lho,” Lalu siapa?
Jawaban itu mengandung sejuta penafsiran.Apalagi dibalik kematian Nike itu pun akhirnya muncul aneka versi.

Versi resmi polisi,tak diketemukan unsur kesengajaan atau upaya pembunuhan.Sehingga penyelidikan pun dihentikan.Polisi bilang,tidak ada upaya kesengajaan penghilangan nyawa seseorang.Yang ada,kecelakaan murni.Kematian Nike murni dinyatakan sebagai “ Human Error “.
Kalau versi desas-desus,tak pelak lagi mulut-mulut usil pun segera melayangkan tudingan adanya keterlibatan Cucu Soeharto.Cuma karena waktu itu Soeharto sangat kuat,maka pers pun tidak berani berspekulasi. Anehnya sejumlah artis yang pernah menggunjingkannya pun ,semuanya ikut tutup mulut.

Lalu apa tanggapan Ibunda Nike ketika Enno Sigit sering disebut-sebut sebagai faktor penyebab kematian Nike? “Iya banyak yang bilang begitu,tapi itu mungkin sudah taqdir saja.Sudah takdir Nike begini.Mungkin Ibu terlalu sayang sama dia ya.Mungkin sama Tuhan diambil dari saya.Sekarang mau gimana,sudah takdir kan?” ujarnya dengan nada rendah dan menangis sesenggukan.

Misteri Hard Top Merah
Yang mencurigakan dibalik kematian Nike Ardilla yakni munculnya legenda Hard Top merah yang tiba-tiba memepet mobil Nike.Anehnya versi resmi yang dilansir polisi,tak ada cerita Hard Top.Yang ada mobil Taft yang melaju dari depan yang menyebabkan mobil Genio yang dikemudikan Nike terpelanting lalu menabrak tembok.

Bagaimana dengan teka-teki Hard Top yang menurut sejumlas saksi mata tampak dikemudikan lelaki berambut cepak? Hingga kini misteri Hard Top merah itu masih menjadi teka-teki. Sejauh mana kemungkinan Enno Sigit berada dibalik kematian Nike Ardilla? Atau apakah benar saat meninggal Nike itu dalam keadaan mabuk? A Hon,produser Nike dari Music Plus membantah keras. “Nggak,nggak Nike tak pernah mabuk,” kata A Hon. Sampai di sini – seperti biasa--,bila menyangkut megaskandal keluarga Cendana,tragedy ini pun seperti puisi.Indah tak ada pelaku.


VERSI RANGKAP TENTANG TEWASNYA SANG MEGA BINTANG

Ada versi rangkap tentang tewasnya Nike Ardilla.Sejumlah orang bersaksi Nike tewas ditempat kejadian.Tetapi ada yang bilang Nike masih hidup ketika digotong ke rumah sakit.Misteri Hard Top yang mneyeruduk pun tak diketahui.Betul-betul kasus yang misterius.


Menurut sejumlah saksi mata,ketika Nike ditolong,denyut jantung Nike sudah tidak berdengub.Tetapi ada juga yang bilang masih berdengub.Yang jelas kondisi Nike memang nyaris sekarat.Diperkirakan kepala Nike membentur tembok yang ditabraknya hingga telinga dan kepalnya mengeluarkan darah segar. Darah segar pun membasahi jok mobil Nike,sedangkan Atun tak sadarkan diri.

Versi pertama menyebut Nike meninggal di tempat kejadian.Sehingga Nike segera dilarikan ke RS Hasan Sadikin dan tubuh lunglai Atun dilarikan ke RS Santo Yusuf Bandung dengan mobil bak terbuka. Tapi nyawa Nike sudah tak tertolong.Dia meninggal dalam perjalanan.Tetapi belakangan muncul kabar kalau Nike belum meninggal saat menabrak tembok—tempat sampah—di sebuah rumah di tepi Jl.R.E. Martadinata Bandung itu.Mana yang benar?
Kabarnya ada saksi mata yang menyebut Nike masih hidup ketika digotong ke rumahnya.Tetapi anehnya nyawa Nike tiba-tiba tak dapat diselamatkan.

Versi lain menyebut adanya Jeep Hard Top merah yang memepet Genio Nke.Benarkah?Nah,teka-teki Hard Top Merah itulah yang sampai sekarang tak berkesudahan.Artinya benar atau tidaknya,belum pernah dikorek lagi kebenarannya.


Keterangan: Lukisan Nike Ardila, karangan bunga dan penduduk berkumpul di lokasi kecelakaan/ tabrakan mobil artis Nike Ardila, Bandung, 1995.

CuPs (dari berbagai sumber)


Foto / Image pendukung, mungkin tidak sepenuhnya ada; dikarenakan adanya keterbasatan space pada server ini.

back...